
Dari Pasif ke Progresif: Workshop Active Learning untuk Guru di Yayasan Amal Insani Rabbani

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) di pada Sabtu, 16 November 2024 oleh Telkom University berlangsung dengan lancar dan sukses. Abdimas hasil kolaborasi antara mahasiswa dan dosen Teknik Biomedis juga Teknik Fisika ini berjalan dengan baik dan banyak mendapat antusias dari para guru yang menjadi peserta. Pelaksanaan kegiatan ini dipandu oleh 2 dosen dan 6 mahasiswa dan diikuti oleh puluhan guru dan tenaga pendidik dari SD, SMP dan SMA Qordova. Sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Amal Insani Rabbani ini terletak di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Acara yang mengusung tema “Workshop Active Learning” ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas active learning di lingkungan sekolah dengan cara memberi pengetahuan, berbagai metode dan simulasi langsung tentang hal terkait.
Dalam program abdimas ini, para guru diberikan penyuluhan tentang pentingnya pembelajaran aktif di zaman sekarang sebagai metode belajar baru agar siswa dapat mengoptimalkan potensi mereka sehingga tercapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi siswa. Pembelajaran aktif sendiri merupakan konsep pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif baik fisik, psikis maupun emosinya dalam proses pembelajaran. Dalam workshop kali ini, para dosen dan mahasiswa menyajikan berbagai materi mengenai teknik-teknik pembelajaran aktif yang dapat diterapkan di kelas.
Salah satu dosen sekaligus ketua tim Abdimas, Hilman Fauzi TSP, S.T., M.T., Ph.D., memaparkan materi mengenai pengenalan dan manfaat pembelajaran aktif bagi guru dan para siswa. Para guru yang menjadi peserta juga dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan diminta untuk menyampaikan pendapat mereka dalam diskusi kelompok, sesi ini dipandu langsung oleh Pak Hilman. Selain itu, sesi simulasi juga diadakan agar para guru tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga dapat langsung melihat kegunaan aplikasi Quizizz, Mentimeter dan Quizlet lalu mempraktikannya sendiri. Acara berjalan dari pagi hingga siang dan disambut antusiasme yang tinggi dari para peserta kegiatan.
Beberapa guru yang telah familiar dengan metode pembelajaran active learning menyampaikan bahwa anak-anak pada era digital saat ini tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi teknologi. Karena itu, para guru perlu beradaptasi agar dapat membimbing siswa menggunakan smartphone secara bijak dan memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Penerapan metode ini juga membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan bervariasi.

Metode active learning terbukti memberikan dampak positif. Siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik, merasa lebih antusias, serta memahami bahwa pembelajaran tidak harus monoton. Mereka turut terlibat dalam proses persiapan pembelajaran setiap harinya, yang pada akhirnya mendorong keaktifan, kreativitas, dan rasa ingin tahu mereka.

Meski demikian, beberapa kendala masih ditemui di lapangan. Salah satunya adalah masih adanya siswa tingkat SD yang belum difasilitasi gadget oleh orang tua mereka. Selain itu, siswa juga cenderung terdistraksi apabila muncul notifikasi lain pada perangkat yang digunakan selama pembelajaran.
Di akhir acara, para dosen dan mahasiswa penyelenggara memberikan sertifikat kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Plakat turut diserahkan kepada pihak sekolah Yayasan Amal Insan Rabbani sebagai tuan rumah tempat kegiatan berlangsung. Nantinya, diharapkan kegiatan workshop ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dilakukan peninjauan secara berkala terhadap para guru agar dapat direalisasikan secara langsung kepada siswa-siswa di sekolah.
